DRgrtea

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

menunavngampar

Senin, 14 Mei 2018

Muatan Lokal PLH


Muatan Lokal (Pendidikan Lingkungan Hidup)

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri.

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH) adalah muatan lokal yang dikembangkan di SMA Plus Tauhidul Afkar berdasarkan :
  • Visi dan Misi Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan.
  • SMA Plus Tauhidul Afkar, sebagai komponen penilaian adipura.
  • Orientasi muatan lokal tentang PLH adalah 3 R, ( REDUCE, REUSE DAN RECYCLE )

Reduce artinya mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.

Reuse artinya pemakaian kembali. Reuse, contohnya seperti memberikan baju-baju bekas kepada yatim piatu. atau memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus, bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.

Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.

PROSES PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DI SEKOLAH
Reduce diajarkan di kelas X (sepuluh) oleh Guru mata pelajaran Guru Bahasa Indonesia, dan Guru Kimia. Sedangkan Reuse diberikan di kelas XI oleh Guru mata pelajaran geografi dan seni budaya. Recycle diajarkan di kelas XII oleh Guru bahasa indonesia. Guru-guru tersebut mampu memberikan pelajaran muatan lokal karena kemampuan dan kualifikasi akademiknya S1.

Sarana dan Prasarana untuk menunjang muatan lokal tentang Pendidikan Lingkungan Hidup di SMA Plus Tauhidul Afkar sangat memadai dengan lahan yang sangat luas dan lingkungan yang hijau, sehingga untuk Program Lingkungan Hidup sangat cocok di terapkan di sekolah.

Siswa diupayakan untuk menghasilkan karya berupa pemanfaatan limbah, untuk dijadikan kerajinan tangan baik berupa tas, map, topi, taplak meja, vas bunga dll. Semua karya akan ditempatkan di ruang Khusus sebagai ruang pameran. Insya Alloh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Populer

Duridwan TeA Google Arsip

Tampil Ful Skrin

Tampilan penuh layar

Klik tombol "Penuh" untuk mode ful skrin. Tutup dengan cara klik tuts "Esc" di kibot, atau dengan mengklik tombol "Normal" saja.

Penuh Normal

Materi artikel

×
Judul